Misteri Di Hutan Kabut
Misteri di Hutan Kabut
Aku dan dua sahabatku nekat masuk ke hutan kabut yang terkenal menyeramkan di desa. Katanya, di dalam hutan itu ada sebuah air terjun indah yang jarang orang temukan. Kami berangkat dengan membawa bekal, peta, dan senter. Awalnya, perjalanan terasa menyenangkan. Namun, semakin jauh masuk, jalan setapak menghilang, dan kabut tebal mulai menyelimuti pandangan.
Saat mencoba mencari arah, tiba-tiba terdengar suara ranting patah dari semak-semak. Kami kaget melihat bayangan hitam besar bergerak cepat. Jantungku berdegup kencang, dan kami segera berlari. Anehnya, suara langkah itu seolah mengikuti dari belakang. Rasa takut membuat kaki kami semakin lemas, namun kami terus berlari tanpa menoleh.
Dalam pelarian, kami tiba di sebuah gua kecil. Dengan panik, kami masuk untuk bersembunyi. Gua itu dingin dan gelap, hanya diterangi cahaya senter yang bergetar di tanganku. Di dindingnya, terlihat ukiran aneh berbentuk wajah-wajah menyeramkan. Belum sempat kami memahami, terdengar suara napas berat dari dalam gua, seakan ada yang memperhatikan kami.
Tiba-tiba, dari kegelapan, muncul sosok lelaki tua dengan pakaian compang-camping. Matanya tajam dan wajahnya penuh luka. Ia berkata dengan suara berat, “Kalian tidak seharusnya ada di sini…” Kami membeku, tidak berani bergerak sedikit pun. Lelaki itu mendekat perlahan, lalu menunjuk jalan keluar di balik gua. Tanpa pikir panjang, kami langsung lari mengikuti arah yang ia tunjukkan.
Dengan napas tersengal, akhirnya kami berhasil keluar dari hutan dan tiba di desa saat fajar menyingsing. Kami pun menceritakan kejadian itu kepada warga. Anehnya, mereka terdiam kaget. Seorang tetua desa lalu berkata pelan, “Tidak mungkin… lelaki yang kalian temui itu sudah meninggal lima tahun lalu, tepat di hutan kabut.” Sejenak tubuhku merinding, menyadari kami baru saja ditolong oleh arwah penunggu hutan.

Komentar
Posting Komentar